CategoriesBisnis

Usaha Semakin Sulit Sejak Corona. Apa Yang Harus Saya Lakukan?

3 Bulan terakhir, dunia internasional kalang kabut melawan virus wuhan atau virus COVID-19. Tak hanya dunia kesehatan saja yang dibuat pusing, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga sempat amblas hingga mencapai Rp. 3.937,63 per 24 Maret 2020.

sumber : https://google.com

Mengapa Harga Saham Bisa Turun Jauh?

Dilansir dari Bloomberg Business Week (28/03/2020), belum ada jalan keluar dari situasi saat ini, dimana pandemik virus membunuh ribuan, memaksa orang untuk tetap dirumah, dan banyak perusahaan menutup pabriknya. Akibatnya, proyeksi cashflow masa depan suatu perusahaan menjadi turun dan nilai perusahaan tersebut pun ikut turun dan menyebabkan banyak investor menjual sahamnya. Dengan hukum permintaan dan penawaran, apabila permintaan lebih sedikit dibandingkan dengan penawaran, harga di pasar pun otomatis akan ikut turun, karena lebih sedikit yang menjual dibandingkan yang beli.

Apa yang Harus Saya Lakukan?

Berapa lama hal ini akan berlangsung? Lalu.. setelah ini semua berakhir, apa yang bisa saya dapatkan? Walaupun masih banyak ketidakpastian akan hadirnya vaksin COVID-19, serta banyak sekali tantangan yang terjadi disekitar kita, yuk mari kita intip kondisi perekonomian negeri tirai bambu yang saat ini sedang dalam fase pemulihan pasca gelombang pertama COVID-19.

Belajar dari China

 

Dilansir dari Harvard Business Review, Terdapat Beberapa Indikator penting yang dapat menggambarkan dan memberikan sinyal pemulihan suatu negara yang telah berhasil menangani COVID-19. Seperti Index Delay Kemacetan (Congestion Delay Index) tahun 2020 misalnya, menunjukkan perbandingan 79% dibandingkan kemacetan di tahun 2019, Naik dari tingkat kemacetan yang 62% saja pada saat puncak pandemik terjadi, yang mengindikasikan perpindahan barang dan jasa sudah mulai pulih.

sumber:https://www.instagram.com/harvard_business_review

Hal yang sama terjadi pada konsumsi batu bara, dimana mengalami kenaikan dari 43% dibandingkan level di tahun 2019, menjadi 75% yang mengindikasikan banyak produksi yang kembali berjalan seperti biasanya.

sumber:https://www.instagram.com/harvard_business_review

3 Cara Bisnis Mengatasi Volatilitas Rupiah Saat Berbisnis di Indonesia

Saat kita mencoba menganalisa dari kacamata manajer portfolio atau pemilik bisnis komersil, Naik turun nilai mata uang yang lebih tinggi dari biasanya, memiliki tantangan signifikan dari perspektif risiko nilai mata uang. Untuk bisnis yang beroperasi / berinvestasi di Indonesia atau sering melakukan perubahan nilai mata uang antara rupiah dengan nilai mata uang negara partnernya, terdapat tiga cara utama memitigasi risiko nilai mata uang.

  1. Melakukan Kontrak Forwards

Dengan keahlian yang cukup, anda dapat mengunci nilai kontrak anda dengan nilai mata uang Forwards atau menggunakan Nilai Spot jika hal tersebut menguntungkan anda. Apabila anda merupakan perusahaan lokal dan berbisnis dengan perusahaan yang menggunakan USD, misalnya, anda memiliki kontrak dengan nilai $100. Anda memprediksi bahwa 6 bulan lagi, 1 USD akan mencapai nilai Rp15.000, anda dapat mengunci nilai kontrak anda menggunakan Forwards dengan Rate Rp. 14.000 dengan partner bisnis anda. Jika prediksi anda tepat, dan nilai rupiah 6 bulan lagi sebesar Rp. 15.000/USD, Anda diuntungkan dari selisih Rp.1000 untuk pembayaran kontrak anda ketika tiba saatnya pembayaran kontrak tersebut. Atau, jika anda merupakan perusahaan internasional yang diuntungkan dari melemahnya nilai rupiah, anda dapat menunggu saat yang tepat membayar tagihan  dengan melakukan pembayaran bertahap dengan menggunakan nilai Spot.    

  1. Build a Portfolio Around Hedged Assets

Investing in hedged assets, such as hedged mutual funds or hedged exchange-traded funds, is one of the simplest methods of minimizing international or domestic currency risk. Unfortunately, because of their relative simplicity, hedged assets can be a sub-optimal option for currency risk management. Higher expense ratios and a general lack of versatility are the main downsides to using hedged assets. For the most part, business owners tend to have the most difficulty developing a portfolio-based hedging strategy. This is because pre-hedged indices or sector-specific benchmarks are rarely able to simulate China’s trillion-dollar business operations or currency trading markets.

Nah, sehingga jangan terburu-buru untuk menjual saham milikmu karena saham tersebut akan kembali naik ketika krisis ini terlewati. Namun, untuk mengurangi dampak kerugian tersebut, kamu bisa mencoba menambah portofolio di salah satu instrumen investasi yang tidak terkena dampak virus ini, loh

Ya, jawabannya adalah bisnis lahan dan bangunan! Bisnis lahan dan bangunan atau Properti, memiliki ciri khas kenaikan yang stabil dikarenakan permintaan dari pasar yang cenderung stabil karena masuk sebagai kebutuhan pokok setiap orang. Hal ini juga dikarenakan jumlah tanah yang terus berkurang setiap tahunnya sedangkan manusianya bertambah terus menerus. Oleh karena itu, nilai properti pun akan naik setiap tahunnya.

Untung Bersama Harmonylandgroup

Setelah sukses dengan Green Bali Resort 1, Harmonylandgroup kini membuka proyek Green Bali Resort 2, yang berlokasi tak jauh dari Green Bali Resort 1, di daerah Cibinong. Tidak mau bisnis properti karena membutuhkan modal yang besar? Jangan salah! Di Harmonyland group, kamu bisa terjun ke bisnis properti cukup dengan Rp. 1 Juta saja. Skema yang dilakukan adalah skema membeli patungan suatu lahan kavling atau Crowdfunding Land Purchasement. Pembelian tanah dilakukan secara beramai-ramai untuk menjalankan proyek yang nantinya akan dikelola bersama dengan Harmony Land Group. Ketika proyek tersebut selesai, keuntungan akan dibagikan kepada seluruh pembeli tanah kavling.

Proyek Green Bali Resort 2 sendiri akan berjalan selama 12 bulan, dimana para pembeli kavling akan mendapatkan keuntungan dalam waktu 12 bulan dengan imbal hasil berkisar antara 10-15% p.a selama setahun. Selain itu, Harmony Land Group juga menganut prinsip Syariah sehingga aman dari riba dengan prinsip jual-beli tanah dan Harmony Land sebagai pengelola tanah tersebut. Tunggu apa lagi? Yuk mulai membeli tanah kavling di Harmonylandgroup karena sudah banyak yang mencicipi keuntungannya.

Testimoni2

 

CategoriesBisnis

Sejak Virus Covid

Sejak Virus COVID-19 menyerang, Lonjakan ketidakinginan minyak di pasar menyebabkan WTI (West Texas Intermediate), patokan harga untuk harga minyak Amerika, terjun payung hingga hampir menyentuh -$40. Harga minyak Amerika negatif untuk yang pertama kalinya diseluruh dunia, dan untuk pertama kalinya, produsen minyak membayar pembelinya untuk mengambil minyak dari penyimpanan.

  1. Apa yang dimaksud dengan ‘Harga Negatif’?

Gampangnya : produsen minyak membayar pembelinya untuk mengambil minyak dari kilang penyimpanannya karena tempat penyimpanannya sudah sangat penuh. Pada harga terendah 2 minggu lalu, perusahaan minyak harus membayar $40 setiap barrelnya untuk seseorang yang rela untuk mengambilnya. Tetapi, tidak Free-Ongkir. Jadi pembeli harus memperhitungkan pula ongkos kirim dari sumur minyak ke pelabuhan,atau tempat penyimpanan dimana harus dapat disimpan minimal selama 6 bulan, untuk biaya terefisien. Selain itu, mereka juga harus berharap adanya kenaikan harga yang signifikan pada akhir tahun 2020 untuk mengembalikan “investasi” yang mereka lakukan. Tidak ada perusahaan minyak yang ingin menjual minyaknya merugi, sehingga banyak produsen minyak yang cenderung menutup sumur minyaknya hingga pasar kembali pulih.

  1. Mengapa Harganya bisa Negatif?

Sejak corona virus menyerang china pertama kali, harga minyak dunia terus menerus turun. Hal ini disebabkan karena banyaknya kebijakan ‘Lock-down’ yang dilakukan hampir seluruh dunia yang membuat turun drastisnya mobilitas mobil, motor, wisata, dan perekonomian secara umum. Tetapi, penawaran minyak dan produsen minyak tak menghentikan produksi di sumur mereka yang menyebabkan ketidak seimbangan supply dan demand, dan menyebabkan merosotnya harga terparah selama 25 tahun terakhir.

  1. Lalu, apakah artinya saya akan dibayar untuk mengisi bensin?

Turunnya harga BBM tentu akan terjadi karena turunnya harga minyak secara mendadak dan pemulihan pasar masih sangat jauh kedepannya. Namun harus dipahami bahwa harga di pasar minyak tidak serta merta mencerminkan harga di Pom Bensin sekitar tempat anda mengisi bensin. Sudah menjadi rahasia umum, Indonesia lebih banyak mengimport minyak dari luar negeri, ketimbang memproduksi. Sehingga termasuk pula didalamnya harga setelah pajak serta profit margin dari penjual BBM. Jadi.. silakan masukkan kembali jerigen anda kedalam garasi anda.

  1. Apakah Harganya akan Kembali Naik?

Cukup cepat, bahkan. Harga negatif ini mencerminkan harga minyak mentah yang akan dikirim di bulan Mei, bulan yang dianggap pasar sebagai bulan yang memiliki harga terendah karena sangat sedikitnya permintaan dan membludaknya penawaran. Mulai selasa minggu lalu, trader minyak telah memulai transaksi barel minyak yang akan dilakukan untuk bulan Juni, dan diprediksi akan mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Pulihnya pasar minyak sangatlah bergantung pada seberapa cepat permintaan untuk transportasi meningkat, yang diakibatkan oleh percepatannya pemulihan suatu negara dari kebijakan lockdown yang diberlakukan. Namun lambatnya pemulihan krisis Covid-19 dapat mengakibatkan kerugian besar untuk produsen minyak paling tidak hingga 2021.