CategoriesBisnis

Diderot Effect

Why

Sempat heboh, potret foto panic buying seorang bapak yang terlihat memborong banyak kardus mie instan dari sebuah supermarket. Banyak netizen mengecam tindakan bapak tersebut karena seperti ‘menimbun’ dan belanja ‘berlebih’ melebihi kebutuhannya. Belakangan diketahui, bapak tersebut sebenarnya memang berjualan Indomie, dan yang ia lakukan sebenarnya adalah rutinitas harian untuk stok warung kelontongnya.

Nah terlepas dari issue virus COVID-19 yang sedang hangat, konsumsi berlebihan nyatanya masih sering kita lakukan, tak terkecuali yang terjadi pula di lingkungan keluarga dekat saya. Tak lama ketika Pak Jokowi mengumumkan pasien 1 dan pasien 2 suspect COVID-19 yang menjadi positif, saya memutuskan untuk pulang menemui keluarga saya, di Karawang. Sesampainya disana, saya mengungkapkan kebutuhan celana bahan baru untuk bekerja karena celana bahan yang lama sudah cukup usang, dan kebetulan, membeli celana bahan di Karawang jauh lebih murah dibandingkan di Jakarta. Setelah membeli celana baru dengan ibu saya, ibu saya menanyakan pula terkait kondisi kemeja saya, tas saya, sampai gesper saya supaya kami bisa merencanakan untuk membelinya pula esok hari.

What

Belakangan saya baru mengetahui, bahwa yang saya alami ternyata pernah juga dialami oleh seorang Filosofis abad ke 18 asal Perancis yang bernama Diderot, yang kemudian disebut juga dengan nama “Diderot Effect”.

Diderot dikisahkan sebagai seorang penulis masyhur kala itu dan hendak menikahkan anak gadisnya namun tak memiliki uang. Seorang bangsawan Russia mendengar berita tersebut, dan menawarkan untuk membeli perpustakaannya seharga £1000. Tiba-tiba saja, Diderot menjadi kaya-raya.

Dengan uang tersebut, ia membeli jubah baru untuk ia kenakan saat pernikahan putri semata wayangnya.

Jubah tersebut sangat menawan, hingga ia merasa bahwa sekitarnya menjadi kurang sreg saat ia mengenakan jubah tersebut.

Ia kemudian mengganti lap mejanya dengan yang baru. Mendekorasi dan mengganti meja, kursi, menambah lukisan, serta tambahan kaca dan patung-patung sebagai penghias ruangannya, dan berakhir dengan utang dan tidak mampu untuk membayar seluruh barang-barang yang ia beli.

Dan iapun menuliskan kisahnya pada sebuah Essay yang berjudul “Regrets on Parting with My Old Dressing Gown” dan didalam essay tersebut ia mengatakan;

“I was the absolute master of my old robe, I have become slave of the new one”.

Deskripsi sederhana dari Diderot Effect adalah : “kehadiran sebuah barang baru yang hadir kedalam hidup seseorang, seringkali berdampak pada sebuah proses konsumsi tambahan akibat barang tersebut.”

Contohnya saja,

  • Misalnya saja anda membeli smartphone baru, anda membutuhkan membutuhkan casing baru juga untuknya.
  • Ketika anda membeli sofa set baru, maka anda mungkin akan membutuhkan kitchenware baru juga di dapur anda.
  • Ketika anda membeli kemeja baru, maka anda membutuhkan blazer baru juga sehingga bisa cocok dengan kemeja tersebut.

Padahal bisa jadi, kita sudah memiliki casing smartphone lama yang masih muat, kitchenware yang juga masih belum rusak, dan blazer yang juga masih sangat rapi karena jarang dipakai. Diderot disini menjelaskan bagaimana sebuah satu konsumsi baru, akan mengarah kepada konsumsi lainnya. Namun lebih dari itu, saat ia juga mengemukakan bahwa sering kali, seseorang membeli sesuatu, baju misalnya, bukan hanya sekedar untuk menutupi badannya dengan lembaran kain, namun juga sebagai sarana self-expression.

Tetapi disini saya hanya akan fokus pada perilaku konsumsi berlebih, bagaimana satu pembelian menyambung ke pembelian lainnya, yang sering kali tidak direncanakan sebelumnya. Setelah memahami prinsip Diderot Effect, barulah kita dapat memulai memutuskan lingkaran setan perilaku tersebut.

How to:

Bagaimana cara kita mengatasi Diderot Effect di hidup kita dan mengurangi pola konsumsi berlebih?

  1. Menyadari bahwa hal tersebut dapat terjadi pada siapapun. Baik itu anda, keluarga anda, maupun rekan kerja anda,dapat membeli sesuatu bukan karena anda memang sedang membutuhkan barang tersebut, namun karena adanya barang baru yang hadir disekitar anda.
  2. Menghindari pembelian barang baru yang tak terlalu perlu. Dengan memahami prinsip Diderot, maka anda dapat memahami “ketidak sregan” anda ketika terdapat barang yang rusak sedikit ataupun membutuhkan kursi baru ketika anda membeli sofa baru. Mungkin, kursi tersebut memang perlu untuk diganti. Memang akan ada saatnya ketika kita memang sangat memerlukan suatu barang, namun pastikan bahwa hal tersebut bukan karena anda sedang didalam pengaruh Diderot Effect.
  3. Membeli barang karena fungsinya, bukan karena statusnya. Berhenti untuk mengesankan orang lain dengan barang anda, dan mulailah memberikan kesan kepada orang lain karena kehidupan anda. Kepemilikan anda terhadap barang apapun tidak mendefine ukuran kesuksesan anda – apapun yang seorang marketers coba katakan kepada anda.
  4. Membiasakan diri menabung setiap hari. Membangun mindset untuk menurunkan konsumsi dengan cara meningkatkan tabungan adalah hal yang sangat dianjurkan oleh banyak penasihat keuangan untuk mencapai tujuan keuangan setiap individu. Cobalah memulai dengan membagi gaji anda dengan total hari dalam sebulan, dan pastikan dalam sehari, anda tidak mengkonsumsi lebih dari 80% dari budget harian anda. Sebagai contoh, jika gaji anda sebesar Rp. 3.000.000 , maka budget anda dalam sehari adalah Rp. 100.000. Maka pastikan anda hanya mengkonsumsi Rp.80.000 setiap harinya dan menyisihkan Rp. 20.000nya untuk ditabung. Kondisi ini sering juga disebut sebagai 80-20 Rule.
  5. Berinvestasi untuk mendapatkan passive income jika profit dari bisnis anda ataupun gaji yang anda terima setiap bulannya merupakan active income anda, maka anda membutuhkan tambahan penghasilan lain sebagai passive income anda dengan menginvestasikan tabungan yang sudah anda kumpulkan dari poin 4 diatas sehingga anda dapat mempercepat waktu dalam mencapai tujuan-tujuan finansial dalam hidup anda.

CTA

Dengan semakin cepatnya era digital saat ini, di Indonesia sendiri, sudah bermunculan pula berbagai inovasi keuangan digital sebagai bentuk alternatif investasi dari emerging technology dalam bentuk Cryptocurrency, Peer 2 Peer Lending, Project Financing, Bot Trading, Equity Crowdfunding, hingga digitalisasi investasi kavling properti.

Sebagai Smart Investor, disaat-saat sulit seperti inilah anda dapat menangkap peluang yang mungkin tidak anda ketahui sebelumnya, dan dikarenakan semua orang sedang dalam status wait and see dan dalam fase hold, anda dapat mencuri start apabila mengetahui info pilihan investasi lebih dahulu dibandingkan dengan investor yang lain. Jika anda membutuhkan nasihat keuangan baik tatap muka ataupun jarak-jauh terkait portfolio investasi alternatif, jangan ragu untuk menghubungi saya di prameswaraa@gmail.com atau membuat janji dengan menghubungi kantor saya di nomor 0217712838- Office

Salam Sukses,

Mas Pram

 

CategoriesBisnis

Usaha Semakin Sulit Sejak Corona. Apa Yang Harus Saya Lakukan?

3 Bulan terakhir, dunia internasional kalang kabut melawan virus wuhan atau virus COVID-19. Tak hanya dunia kesehatan saja yang dibuat pusing, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga sempat amblas hingga mencapai Rp. 3.937,63 per 24 Maret 2020.

sumber : https://google.com

Mengapa Harga Saham Bisa Turun Jauh?

Dilansir dari Bloomberg Business Week (28/03/2020), belum ada jalan keluar dari situasi saat ini, dimana pandemik virus membunuh ribuan, memaksa orang untuk tetap dirumah, dan banyak perusahaan menutup pabriknya. Akibatnya, proyeksi cashflow masa depan suatu perusahaan menjadi turun dan nilai perusahaan tersebut pun ikut turun dan menyebabkan banyak investor menjual sahamnya. Dengan hukum permintaan dan penawaran, apabila permintaan lebih sedikit dibandingkan dengan penawaran, harga di pasar pun otomatis akan ikut turun, karena lebih sedikit yang menjual dibandingkan yang beli.

Apa yang Harus Saya Lakukan?

Berapa lama hal ini akan berlangsung? Lalu.. setelah ini semua berakhir, apa yang bisa saya dapatkan? Walaupun masih banyak ketidakpastian akan hadirnya vaksin COVID-19, serta banyak sekali tantangan yang terjadi disekitar kita, yuk mari kita intip kondisi perekonomian negeri tirai bambu yang saat ini sedang dalam fase pemulihan pasca gelombang pertama COVID-19.

Belajar dari China

 

Dilansir dari Harvard Business Review, Terdapat Beberapa Indikator penting yang dapat menggambarkan dan memberikan sinyal pemulihan suatu negara yang telah berhasil menangani COVID-19. Seperti Index Delay Kemacetan (Congestion Delay Index) tahun 2020 misalnya, menunjukkan perbandingan 79% dibandingkan kemacetan di tahun 2019, Naik dari tingkat kemacetan yang 62% saja pada saat puncak pandemik terjadi, yang mengindikasikan perpindahan barang dan jasa sudah mulai pulih.

sumber:https://www.instagram.com/harvard_business_review

Hal yang sama terjadi pada konsumsi batu bara, dimana mengalami kenaikan dari 43% dibandingkan level di tahun 2019, menjadi 75% yang mengindikasikan banyak produksi yang kembali berjalan seperti biasanya.

sumber:https://www.instagram.com/harvard_business_review

3 Cara Bisnis Mengatasi Volatilitas Rupiah Saat Berbisnis di Indonesia

Saat kita mencoba menganalisa dari kacamata manajer portfolio atau pemilik bisnis komersil, Naik turun nilai mata uang yang lebih tinggi dari biasanya, memiliki tantangan signifikan dari perspektif risiko nilai mata uang. Untuk bisnis yang beroperasi / berinvestasi di Indonesia atau sering melakukan perubahan nilai mata uang antara rupiah dengan nilai mata uang negara partnernya, terdapat tiga cara utama memitigasi risiko nilai mata uang.

  1. Melakukan Kontrak Forwards

Dengan keahlian yang cukup, anda dapat mengunci nilai kontrak anda dengan nilai mata uang Forwards atau menggunakan Nilai Spot jika hal tersebut menguntungkan anda. Apabila anda merupakan perusahaan lokal dan berbisnis dengan perusahaan yang menggunakan USD, misalnya, anda memiliki kontrak dengan nilai $100. Anda memprediksi bahwa 6 bulan lagi, 1 USD akan mencapai nilai Rp15.000, anda dapat mengunci nilai kontrak anda menggunakan Forwards dengan Rate Rp. 14.000 dengan partner bisnis anda. Jika prediksi anda tepat, dan nilai rupiah 6 bulan lagi sebesar Rp. 15.000/USD, Anda diuntungkan dari selisih Rp.1000 untuk pembayaran kontrak anda ketika tiba saatnya pembayaran kontrak tersebut. Atau, jika anda merupakan perusahaan internasional yang diuntungkan dari melemahnya nilai rupiah, anda dapat menunggu saat yang tepat membayar tagihan  dengan melakukan pembayaran bertahap dengan menggunakan nilai Spot.    

  1. Build a Portfolio Around Hedged Assets

Investing in hedged assets, such as hedged mutual funds or hedged exchange-traded funds, is one of the simplest methods of minimizing international or domestic currency risk. Unfortunately, because of their relative simplicity, hedged assets can be a sub-optimal option for currency risk management. Higher expense ratios and a general lack of versatility are the main downsides to using hedged assets. For the most part, business owners tend to have the most difficulty developing a portfolio-based hedging strategy. This is because pre-hedged indices or sector-specific benchmarks are rarely able to simulate China’s trillion-dollar business operations or currency trading markets.

Nah, sehingga jangan terburu-buru untuk menjual saham milikmu karena saham tersebut akan kembali naik ketika krisis ini terlewati. Namun, untuk mengurangi dampak kerugian tersebut, kamu bisa mencoba menambah portofolio di salah satu instrumen investasi yang tidak terkena dampak virus ini, loh

Ya, jawabannya adalah bisnis lahan dan bangunan! Bisnis lahan dan bangunan atau Properti, memiliki ciri khas kenaikan yang stabil dikarenakan permintaan dari pasar yang cenderung stabil karena masuk sebagai kebutuhan pokok setiap orang. Hal ini juga dikarenakan jumlah tanah yang terus berkurang setiap tahunnya sedangkan manusianya bertambah terus menerus. Oleh karena itu, nilai properti pun akan naik setiap tahunnya.

Untung Bersama Harmonylandgroup

Setelah sukses dengan Green Bali Resort 1, Harmonylandgroup kini membuka proyek Green Bali Resort 2, yang berlokasi tak jauh dari Green Bali Resort 1, di daerah Cibinong. Tidak mau bisnis properti karena membutuhkan modal yang besar? Jangan salah! Di Harmonyland group, kamu bisa terjun ke bisnis properti cukup dengan Rp. 1 Juta saja. Skema yang dilakukan adalah skema membeli patungan suatu lahan kavling atau Crowdfunding Land Purchasement. Pembelian tanah dilakukan secara beramai-ramai untuk menjalankan proyek yang nantinya akan dikelola bersama dengan Harmony Land Group. Ketika proyek tersebut selesai, keuntungan akan dibagikan kepada seluruh pembeli tanah kavling.

Proyek Green Bali Resort 2 sendiri akan berjalan selama 12 bulan, dimana para pembeli kavling akan mendapatkan keuntungan dalam waktu 12 bulan dengan imbal hasil berkisar antara 10-15% p.a selama setahun. Selain itu, Harmony Land Group juga menganut prinsip Syariah sehingga aman dari riba dengan prinsip jual-beli tanah dan Harmony Land sebagai pengelola tanah tersebut. Tunggu apa lagi? Yuk mulai membeli tanah kavling di Harmonylandgroup karena sudah banyak yang mencicipi keuntungannya.

Testimoni2

 

CategoriesBisnis

Sejak Virus Covid

Sejak Virus COVID-19 menyerang, Lonjakan ketidakinginan minyak di pasar menyebabkan WTI (West Texas Intermediate), patokan harga untuk harga minyak Amerika, terjun payung hingga hampir menyentuh -$40. Harga minyak Amerika negatif untuk yang pertama kalinya diseluruh dunia, dan untuk pertama kalinya, produsen minyak membayar pembelinya untuk mengambil minyak dari penyimpanan.

  1. Apa yang dimaksud dengan ‘Harga Negatif’?

Gampangnya : produsen minyak membayar pembelinya untuk mengambil minyak dari kilang penyimpanannya karena tempat penyimpanannya sudah sangat penuh. Pada harga terendah 2 minggu lalu, perusahaan minyak harus membayar $40 setiap barrelnya untuk seseorang yang rela untuk mengambilnya. Tetapi, tidak Free-Ongkir. Jadi pembeli harus memperhitungkan pula ongkos kirim dari sumur minyak ke pelabuhan,atau tempat penyimpanan dimana harus dapat disimpan minimal selama 6 bulan, untuk biaya terefisien. Selain itu, mereka juga harus berharap adanya kenaikan harga yang signifikan pada akhir tahun 2020 untuk mengembalikan “investasi” yang mereka lakukan. Tidak ada perusahaan minyak yang ingin menjual minyaknya merugi, sehingga banyak produsen minyak yang cenderung menutup sumur minyaknya hingga pasar kembali pulih.

  1. Mengapa Harganya bisa Negatif?

Sejak corona virus menyerang china pertama kali, harga minyak dunia terus menerus turun. Hal ini disebabkan karena banyaknya kebijakan ‘Lock-down’ yang dilakukan hampir seluruh dunia yang membuat turun drastisnya mobilitas mobil, motor, wisata, dan perekonomian secara umum. Tetapi, penawaran minyak dan produsen minyak tak menghentikan produksi di sumur mereka yang menyebabkan ketidak seimbangan supply dan demand, dan menyebabkan merosotnya harga terparah selama 25 tahun terakhir.

  1. Lalu, apakah artinya saya akan dibayar untuk mengisi bensin?

Turunnya harga BBM tentu akan terjadi karena turunnya harga minyak secara mendadak dan pemulihan pasar masih sangat jauh kedepannya. Namun harus dipahami bahwa harga di pasar minyak tidak serta merta mencerminkan harga di Pom Bensin sekitar tempat anda mengisi bensin. Sudah menjadi rahasia umum, Indonesia lebih banyak mengimport minyak dari luar negeri, ketimbang memproduksi. Sehingga termasuk pula didalamnya harga setelah pajak serta profit margin dari penjual BBM. Jadi.. silakan masukkan kembali jerigen anda kedalam garasi anda.

  1. Apakah Harganya akan Kembali Naik?

Cukup cepat, bahkan. Harga negatif ini mencerminkan harga minyak mentah yang akan dikirim di bulan Mei, bulan yang dianggap pasar sebagai bulan yang memiliki harga terendah karena sangat sedikitnya permintaan dan membludaknya penawaran. Mulai selasa minggu lalu, trader minyak telah memulai transaksi barel minyak yang akan dilakukan untuk bulan Juni, dan diprediksi akan mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Pulihnya pasar minyak sangatlah bergantung pada seberapa cepat permintaan untuk transportasi meningkat, yang diakibatkan oleh percepatannya pemulihan suatu negara dari kebijakan lockdown yang diberlakukan. Namun lambatnya pemulihan krisis Covid-19 dapat mengakibatkan kerugian besar untuk produsen minyak paling tidak hingga 2021.