CategoriesUncategorized

Hai Sahabat Harmony, Gaji UMR menjadi salah satu alasan setiap orang tidak bisa menabung atau pun investasi ya. Siapa bilang pemilik gaji UMR gak bisa nabung dan investasi? Coba dievaluasi dulu cara ngatur uang, mungkin kurang tokcer dalam pengaturan. Atau mungkin kita ngatur uang gak pakai aturan? Ya, pantas kalau susah nabung dan investasi. Rencana keuangan adalahpenopang utama kondisi finansial yang kokoh. Makanya yuk kita mulai atur keuangan dengan baik dan tepat, ebetulan kami sudah siapakan beberpa poin untuk mengelola keuangan kamu agar bisa investasi.

  1. Bedakan kebutuhan dan keinginan
    Jurus pertama yang harus kamu terapkan adalah, bedakan kebutuhan dan keinginan. Mengacu KBBI, kebutuhan punya arti ‘sangat perlu menggunakan’. Maksudnya, kalau kamu sedang butuh artinya kamu benar-benar sedang perlu menggunakan sebuah barang layanan tertentu. Kebutuhan biasanya adalah hal-hal yang tidak dipenuhi, maka akan memberikan efek negatif bagi kita. Misalnya, kebutuhan untuk makan, membelikan tas sekolah untuk anak, atau bisa juga membeli laptop baru yang bisa menunjang pekerjaan.Sedangkan keinginan, lebih baik oleh hasrat. Sifatnya, tidak kedekatan. Jadi, keinginan keinginan ini tidak dipenuhi, maka tidak akan memberikan dampak negatif kepada diri kita.Prinsipnya pembantuan uang adalah, kamu harus menentukan batas-batas antara keinginan dan kebutuhanmu sendiri. Mulai sekarang, coba pilah mana saja pos-pos pengeluaran yang masuk dalam kebutuhan dan mana saja yang masuk dalam keinginan.
  2. Pos Pengeluaran 40-30-20-10

    40% Kebutuhan Pokok
    Pos pengeluaran ini adalah yang paling besar. Gunakan 40% dari gaji kamu untuk membiayai kebutuhan pokok. Biaya transportasi, makan, minum, dan juga rekreasi termasuk dalam pos ini.30% Cicilan atau Biaya Rumah Tangga
    kamu mungkin memiliki cicilan rumah atau barang elektronik atau mungkin kendaran bermotor. Biaya cicilan jangan smapai lebiih dari 30% ya. Jika kamu tidak memiliki cicilan, proporsi ini bisa dialokasikan untuk membayar sewa rumah atau indekos. Jangan lupa juga biaya listrik dan udara.

    20% Menabung dan Berinvestasi
    Sebelum kamu mulai berkembang, terjaga baik sudah memiliki tabungan atau dana darurat. Uang ini menjadi jaminan agar kamu tiba-tiba kehilangan pekerjaan untuk bertahan hidup sampai menemukan pekerjaan yang baru.

    10% untuk Beramal
    Tetap atur uang kamu untuk beramal ya, minimal 10% dari tahap kamu.

  3. Mencatat Keuangan
    Sering kali, kita malas catatan pemasukan dan pengeluaran kita. Padahal ini adalah hal yang penting dalam pembinaan keuangan. Mengapa? Dengan mencatat keuangan, kamu bisa melihat secara detail berapa pemasukan yang kamu peroleh dan ke mana uang kamu lari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *