Memilih Rumah Menggunakan Analytical Hierarchy Process

Metode AHP, atau Analytical Hierarchy Process ialah sebuah metode decision making yang sering digunakan oleh berbagai perusahaan dalam menentukan kebijakan dan pengambilan keputusan perusahaan. AHP sendiri pada dasarnya bisa digunakan untuk segala macam bentuk pengambilan keputusan. Inti dasarnya ialah menggunakan faktor pertimbangan dengan nilai pembobotan masing-masing tergantung kepada tujuan dari pengambilan keputusan itu sendiri.

Tulisan ini sengaja saya buat, untuk membantu siapapun yang saat ini sedang menimbang dan memilih rumah yang akan ditinggali bersama keluarga tercinta. Bagi yang belum mengerti cara kerja metode AHP, semoga tulisan ini bisa memberikan ilmu dan pengetahuan baru. Dan bagi yang sudah mengerti cara kerja AHP, semoga tulisan ini bisa mengingatkan kembali keilmuan yang sudah tertanam itu.

Secara garis besar, ada tiga langkah aplikasi AHP, yaitu

  1. Dekomposisi dari masalah
  2. Penilaian untuk membandingkan elemen-elemen hasil dekomposisi
  3. Sintesis dari prioritas.

Dekomposisi Masalah

Pada tahap ini, kita akan mencoba mendekomposisikan masalah yang sedang kita hadapi. Setelah mengetahui masalahnya, maka kita perlu memperjelas tujuan utama kita dari penyelesaian terhadap masalah tersebut.

Masalah               : Tidak mendapatkan rumah yang ideal

Akar Masalah     : Tidak ada ukuran pasti kriteria rumah ideal

Tujuan                  : Memastikan kriteria rumah ideal yang diinginkan

Selanjutnya, kita mencoba untuk mendekomposisikan tujuan tersebut menjadi kriteria-kriteria yang lebih rinci.

 

gb

Dalam hal ini, alternative ialah kriteria yang akan dicari prioritasnya untuk menentukan rumah ideal. Sedangkan kriteria pada bagan ialah kriteria yang diperhitungkan untuk menyusun skala prioritas alternative yang telah dibuat.

Perbandingan Elemen

Langkah selanjutnya ialah membandingkan antar alternative dengan kriteria yang telah ditentukan. Pembandingan ini dimaksudkan agar kita bisa memahami secara spesifik bobot tiap alternative berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Selain itu, perlu juga dilakukan perbandingan antar kriteria agar kita bisa mengetahui kekuatan tiap kriteria terhadap kriteria yang lain. Pemahaman ini akan membantu kita untuk kembali menyusun skala prioritas alternative sebagai bentuk dari kriteria rumah ideal yang kita inginkan.

Dalam melakukan perbandingan, ahli yang mengembangkan AHP mengunakan skala dari 1/9 sampai dengan 9. Cara penilaian tersebut dijelaskan pada tabel berikut.

Tabel  1. Skala Penilaian

Hasil Penilaian Nilai A Nilai B
A sangat jauh lebih disukai dari B 9 1/9
A jauh lebih disukai dari B 7 1/7
A sedikit lebih disukai dari B 3 1/3
A sama dengan B 1 1
A sedikit kurang disukai dari B 1/3 3
A jauh kurang disukai dari B 1/7 7
A sangat jauh kurang disukai dari B 1/9 9

 

Sintesis Penilaian

Langkah terakhir dalam penggunaan AHP ialah sintesis penilaian. Sintesis penilaian dilakukan setelah kita telah melakukan tiap perbandingan, baik antar kriteria maupun antar alternative. Setiap alternative dengan penilaian seluruh kriteria akan dihitung jumlah nilainya, kemudian akan dibandingkan dengan alternative lain. Jangan lupa juga untuk memperhitungkan pembobotan kriteria yang telah dilakukan pada tahap perbandingan. Setelah semua aspek dihitung dan dipaparkan dalam sebuah table. Barulah kita bisa menyusun prioritas kriteria dalam pemilihan rumah berdasarkan hasil sintesis dari perhitungan AHP yang telah dilakukan. Penyusunan dilakukan berurutan dari nilai yang terbesar hingga nilai yang terkecil.

Harmony Land

Author Since: 14 / Jan / 2016

About Author

Leave a Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>